You need to enable javaScript to run this app.

“Apel Pagi sebagai Sarana Pembentukan Disiplin dan Nasionalisme Siswa: Tinjauan Pedagogis di SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap”

  • Rabu, 05 November 2025
  • ALIFI RISQI
  • 0 komentar
“Apel Pagi sebagai Sarana Pembentukan Disiplin dan Nasionalisme Siswa: Tinjauan Pedagogis di SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap”

Kegiatan apel pagi di sekolah sering dianggap sebagai rutinitas biasa. Namun, jika dilihat dari perspektif pedagogis, apel pagi memiliki makna yang lebih dalam sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Berdasarkan undang-undang,
"lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Ketentuan ini secara rinci diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan." 
Di SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap, kami berupaya untuk menumbuhkan kesadaran cinta tanah air. Melalui apel pagi yang diawali dengan penghormatan kepada bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya hal tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memberi murid pengalaman belajar yang membentuk kedisiplinan dan menumbuhkan cinta tanah air di hati para murid.

Dari sisi pedagogis, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dan keteladanan. Saat murid berdiri tegap, berbaris rapi, dan menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh hikmat, mereka sebenarnya sedang mempraktikkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta penghargaan terhadap simbol negara. Guru sebagai fasilitator yang bertindak bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik yang menanamkan makna dalam konteks kebangsaan.

Apel pagi juga menjadi ruang pembelajaran moral dan sosial. Melalui kegiatan ini, murid belajar menghargai waktu, mendengarkan instruksi, serta menunjukkan sikap hormat terhadap bendera sebagai lambang kedaulatan negara. Nilai-nilai ini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter warga negara yang bertanggung jawab dan cinta tanah air. Dengan rutin mengikuti apel, murid belajar bahwa disiplin bukanlah paksaan, melainkan kebiasaan yang lahir dari kesadaran akan tanggung jawab diri dan rasa cinta kepada Indonesia.

Dari tinjauan pedagogis, apel pagi adalah bentuk nyata pendidikan holistik — yang tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga emosional dan spiritual. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap berhasil menanamkan nilai nasionalisme secara kontekstual, menjadikan murid tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa kebangsaan.


ALIFI RISQI

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

HERU NURGIYANTO, S.Pd.,Fis., M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap   Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Puji...

Berlangganan