You need to enable javaScript to run this app.

“Dari Pembiasaan ke Pembentukan Karakter: Makna Pedagogis di Balik Jumat Sehat”

“Dari Pembiasaan ke Pembentukan Karakter: Makna Pedagogis di Balik Jumat Sehat”

Pembiasaan merupakan salah satu strategi pedagogis yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Di lingkungan sekolah, aktivitas rutin yang dilakukan secara konsisten tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan tambahan, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan itu sendiri. Hal inilah yang tampak dalam praktik Jumat Sehat di SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap, sebuah sekolah yang terletak di lereng Gunung Semeru. secara geografis yang asri, udara pegunungan yang sejuk, dan budaya masyarakat sekitar yang masih menjaga nilai kebersamaan menjadi faktor pendukung terciptanya kegiatan sehat yang bernilai pedagogis bagi peserta didik.

Lingkungan Alam sebagai Ruang Belajar

Lokasi sekolah di lereng Semeru malang kabupaten bukan hanya menjadi latar fisik, tetapi sekaligus laboratorium alami bagi pembentukan karakter. Suasana pedesaan yang dekat dengan hutan dan hamparan perkebunan membuat kegiatan Jumat Sehat seperti senam bersama, jalan sehat, dan kerja bakti lingkungan menjadi lebih bermakna. Peserta didik tidak sekadar bergerak dan berolahraga, tetapi juga belajar menghargai alam, menjaga kebersihan, dan memanfaatkan sehatnya udara pegunungan sebagai bagian dari gaya hidup.

Dalam praktik pedagogis, lingkungan adalah guru ketiga setelah keluarga dan sekolah. Kegiatan rutin di alam terbuka setiap hari Jumat memperkuat hubungan peserta didik dengan lingkungan sehingga membentuk karakter peduli, cinta alam, dan bertanggung jawab.

Pembiasaan sebagai Strategi Pedagogis

Kegiatan Jumat Sehat tidak hanya dilakukan sebagai rutinitas, tetapi dirancang dengan prinsip pedagogis: konsistensi, keteladanan, dan makna edukatif. Guru dan tenaga kependidikan terlibat langsung sebagai model perilaku, menunjukkan kepada peserta didik bahwa pola hidup sehat bukan hanya instruksi, melainkan budaya yang dijalani bersama.

Pembiasaan seperti pemanasan, senam bersama, jalan sehat mengelilingi dusun sekitar sekolah, dan pemeriksaan kebersihan kelas menciptakan ritme pendidikan yang menginternalisasi nilai-nilai sehat dalam diri peserta didik. Melalui kegiatan yang dilakukan berulang dan terarah, peserta didik belajar disiplin, kerja sama, dan mengelola tubuhnya dengan baik—kompetensi yang seringkali tidak diperoleh dari pembelajaran di kelas.

Pembentukan Karakter Melalui Gerak dan Kolaborasi

Salah satu keunikan dari Jumat Sehat di SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap adalah kuatnya budaya gotong royong yang diwarisi dari masyarakat sekitar lereng Semeru. Setelah senam dan jalan sehat, kegiatan biasanya dilanjutkan dengan kerja bakti membersihkan halaman sekolah, merapikan taman, atau mengelola area resapan air hujan.

Melalui aktivitas kolektif ini, peserta didik belajar:

  • kerja sama dalam kelompok,

  • tanggung jawab atas lingkungan sekolah,

  • kepedulian sosial,

  • serta etos kerja yang positif.

Dalam perspektif pedagogis, karakter tidak dibentuk melalui ceramah moral, tetapi melalui pengalaman langsung yang menyentuh aspek kognitif, emosional, dan social behavior.

Internalisasi Nilai Hidup Sehat

Jumat Sehat juga menjadi media untuk mengenalkan pengetahuan tentang kesehatan, seperti pentingnya hidrasi, manajemen stres, gizi seimbang, dan pencegahan penyakit. Guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam percakapan informal, refleksi singkat setelah kegiatan, atau dalam pembelajaran tematik pada mata pelajaran tertentu.

Di sekolah yang berada di wilayah rawan bencana seperti lereng Semeru, aspek kesehatan menjadi semakin penting. Ketahanan fisik, kesadaran lingkungan, dan kesiapan menghadapi kondisi alam merupakan bagian dari karakter yang perlu dibangun.

Penutup: Makna Pedagogis yang Lebih Dalam

Dari pembiasaan sederhana yang dilakukan setiap Jumat, lahirlah proses pembentukan karakter yang kuat. Jumat Sehat di SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap bukan semata aktivitas olahraga, melainkan strategi pedagogis yang memadukan kebiasaan, keteladanan, dan pengalaman konkret dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Di tengah udara sejuk pegunungan Semeru, peserta didik belajar bahwa hidup sehat adalah sebuah budaya, bukan kewajiban; dan bahwa pendidikan bukan hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga di jalan setapak desa, lapangan sekolah, dan lingkungan alam yang menyatu dengan kehidupan mereka.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

HERU NURGIYANTO, S.Pd.,Fis., M.Pd.

- Kepala Sekolah -

Sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Ampelgading Satu Atap   Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Puji...

Berlangganan